Saat Jenderal Mulyono Membiarkan Putranya Berjuang Sendirian

Hallo Sobat! Sosok Jenderal berintegritas ini saya rasa cukup akrab dibenak masyarakat Indonesia. Ya, Jenderal TNI Mulyono pernah membiarkan putranya berjuang sendirian saat proses mendaftar sebagai taruna. Hal itu beliau lakukan tiada lain demi menjaga integritas sebagai serang prajurit.

Saat ini beliau memang telah purnatugas sebagai seorang prajurit TNI. Itulah sebabnya, selepas beliau pensiun dari TNI ternyata publik pun banyak yang merasa kehilangan.

Salah satu yang diingat secara kolektif oleh masyarakat kita adalah kedekatan beliau dengan para prajuritnya yang tanpa pandang bulu apapun pangkatnya.

Selain itu, yang sempat terekam oleh media adalah kejujuran beliau yang anti KKN sampai-sampai ketika putra beliau sendiri hendak mendaftar masuk taruna pun beliau tak berkenan membantu Sang Anak.

Tentunya hal itu beliau lakukan demi menjaga integritas sebagai salah seorang pejabat militer. Patut ditiru bukan?

Jenderal Mulyono sangat dekat dengan para prajurit

Jenderal Mulyono Tolak Prajurit yang Mau Nitip

Sampai hari ini masih banyak hal inspiratif yang terus melekat dibenak para bawahannya, maupun kalangan umum yang sering mengamati sepak terjang beliau di dunia militer.

Salah satu yang terekam media adalah ketika dalam sebuah acara salah seorang parjurit berdiri dan mohon ijin untuk menyampaikan sesuatu ke Sang Jenderal;

“Mohon ijin Jenderal, mohon dukungannya anak saya akan mengikuti seleksi sekolah calon taruna.

Jawaban beliau:

“Siapkan yang baik, siapkan yang sungguh-sungguh, kalau anakmu hebat pasti lulus. Paham ya! mudah-mudahan anakmu lulus.” Tegas beliau.

KSAD Jenderal Mulyono Bocorkan Rahasia Anaknya Lulus Taruna

Melatih Sediri Sang Putra

Pada kesempatan itu beliau langsung memberikan pembinaan kepada seluruh prajurit. Beliau tegaskan, siapa pun yang menghendaki anaknya masuk taruna, maka sebagai orang tua harus memberikan latihan yang cukup kepada sang anak.

Baca Juga:  Cara Andre Rosiade Membalas Surat Terbuka Najwa Shihab

Antara lain memantau perkembangan kesamaptaan atau kesiapsiagaannya, dan juga kesehatannya. Jika dua hal tersebut berhasil dikuasai oleh Sang Anak, InsyaAllah akan lulus, kata beliau.

Lantas beliau kembali mengaskan:

“Yang buat lulus bukan KSAD, KSAD tidak punya hak meluluskan orang yang tidak lulus, yang (akan) meluluskan ya anak-anakmu sendiri.”

Beliau juga memotivasi para prajurit yang menginginkan anaknya masuk TNI;

“Maka kalian semua kalau punya anak mau masuk Catam, Caba, Perwira dan sebagainya, latih yang sunguh-sungguh.”

Berjuang Menggembleng Sang Putra

Di tengah-tengah para prajuritnya, beliau membagikan kisahnya saat bekerja keras menggembleng Sang Putra;

“Saya punya anak, nomor dua sekarang tingkat 3 taruna, sebentar lagi naik tingkat 4. Dia bisa bisa masuk taruna bukan karna saya. Tapi dia saya gembleng habis-habisan.

Mulai dari renang tidak bisa, kalau lari juga baru dapat 1 km mengeluh dan belok pulang ke rumah. Tetapi begitu 6 bulan menjelang lulus (SMA) saya tanya; kamu mau masuk taruna apa tida?

Begitu dia ngomong; saya mau masuk taruna, maka mulai saat itu juga di belakang rumah saya kasih restock (sepeda statis) dan setiap minggu saya ajak lari.

Renang yang awalnya ‘plung-lep’, kemudian saya latih sendiri. Saya siapkan sendiri! Amandelnya besar, matanya ada selaputnya, saya operasikan ke RS Gatot Subroto.

Jadi anak saya masuk semuanya clear, semapta anak saya murni, dia lulus no 4 dan bukan karna saya.”

Begitu kenang beliau saat menggembleng Sang Putra.

Jenderal Mulyono & Putranya

Saat Jenderal Mulyono Paksa Anaknya Mendaftar Sendirian

Beliau memang Jenderal yang ingin benar-benar ingin bersih dari citra KKN dan juga ingin selalu menjaga integritasnya.

Hal ini dibuktikan saat putranya akan mendaftarkan diri, beliau larang untik mendaftar di Jakarta, yang mana pada waktku itu beliau adalah Pangdam Jaya.

Baca Juga:  Air Mata Hijrah Jody Super Bejo Pecah Di Depan Kabah

“Saya Pangdam Jaya, kamu tidak boleh mendaftar di sini, kamu daftar di Bandung, dan daftar sendiri tidak ada yang mengikuti (mendampingi).” Begitulah ketegasan beliau kepada Sang Putra.

Begitu, kira-kira ringkas cerita Jenderal Mulyono dalam mengantarkan putranya sukses masuk taruna.

Dan sekarang, masyarakat akan terus mengenang ketegasan beliau dalam menagani hal semacam ini.

Salah satu statemen beliau yang akan selalu kita kenang;

“Kalau ada orang yang menghadap saya, Pak ijin anak saya akan mendaftar taruna. Maka jawaban saya akan sama; siapkan yang baik, yang meluluskan bukan saya, saya tidak bisa meluluskan orang yang tidak lulus.

Berdosa saya!”

Begitulah sikap beliau dalam menjaga integritas. Semoga kita bisa meneladaninya ya Sob!

One thought on “Saat Jenderal Mulyono Membiarkan Putranya Berjuang Sendirian

  • Avatar
    April 13, 2020 pada 12:45 pm
    Permalink

    Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *