Makan Mie Instan Setiap Hari? Ini Syaratnya!

Assalamulaiakum Sobat Positif. Kalian pingin makan mie instan setiap hari? Cek di sini syaratnya!

Makan mie instan dinilai kurang sehat, uniknya rakyat Jepang, Cina, Korea, dan lainnya tetap tampak baik-baik saja meski setiap hari mengkonsumsi.

Berkaca dari itu, Sang Penggagas JSR, dr Zaidul Akbar, mempersilahkan peserta kajiannnya jika menghendaki setiap hari makan mie instan.

Tapi ada rambu-rambunya ya Sob? Okey, kita cek ya!

Cerita seorang mahasiswa meninggal karena setiap hari makan mie instan cukup viral.

Kebiasaan Sang Mahasiswa tadi memang setiap hari makan mie instan, bahkan pada malam hari.

Sebagaimana dilansir detik.com, rabu 17 Oktober 2018 dengan judul artikel; “Mahasiswa Ini Tewas Karena Makan Mie Instan Tiap Malam”, yang mana juga dilansir dari World of Buzz.

Kurang lebih memberitakan bahwa mahasiswa berusia 18 tahun tersebut meninggal karena kanker perut stadium empat. Setelah diselidiki, kebiasaan buruknya makan mie instan sebagai pemicu utamanya.

Bahkan kebiasaan menyantap mie instan setiap hari itu sudah berjalan semenjak duduk di bangku SMA hingga memasuki dunia kampus.

Mahasiswa diberitakan meninggal karna setiap malam makan mie instan

Tetapi mengapa orang Jepang, Korea, China, yang juga hampir pasti setiap hari mengkonsusmi mie instan tetap memiliki taraf kesehatan yang baik?

Pertanyaan ini pernah disampaikan kepada dr Zaidul Akbar dalam salah satu kajiannya.

Adapun jawabanya bisa kita ulas bersama di sini.

Setiap Hari Indonesia Masuk Jajaran Konsumen Terbesar Mie Instan

Mengacu kepada laporan World Instant Noodles Asosiation (WINA) 2017, yang saya kutip dari bangkapos.com, ternyata Negara kita tercatat sebagai konsumen terbesar kedua setelah China.

Jika diurutkan, masyaratkan China mengkonsumsi 38,970 miliar posrsi setiap tahun, Indonesia 12,62 miliar, Jepang 5,66 milyar porsi, India 5, 42 miliar porsi dan Vietnam 2,06 miliar porsi.

Mie instan memang masih menjadi makanan fovorit bagi masyarakat kita, terlebih bagi kalangan mahasiswa.

Tentu hal ini karena bukan sekadar karena nilai ekonomisnya, tapi juga kepraktisannya.

Indonesia masuk jajaran konsumen mie instan dunia

Zaidul Akbar: Ini Sisi Gelap makan Mie Instan Setiap Hari

Tentunya kita semua tidak menghendaki kejadian mahasiswa tersebut terulang, apalagi keluarga sendiri yang mengalaminya. Sebab itu, hal ini pun perlu sekali untuk kita kaji.

Pada salah satu kajiannya, dr Zaidul Akbar mengingatkan akan efek buruk jika terlalu sering mengkonsumsi mie instan. Apalagi jika sampai dijadikan makanan pokok, sebagaimana mahasiswa yang kurang beruntung tersebut.

Beliau pun sambil berkisah kejadian yang pernah beliau sendiri alami.

Saat melakukan safar bersama-rekan-rekannya, beliau mendapatkan jamuan. Nah, salah satu yang dihidangkan adalah mie instan yang disajikan dalam kemasan cup.

Karena sudah disiapkan, maka rekan-rekan beliau pun tergoda untuk menikmatinya. Akhirnya satu pekan berikutnya, apa yang dr Zaidul kawatirkan terhadap rekan-rekannya tadi terbukti.

Setelah satu pekan dari agenda safar tersebut, rekan-rekannya mulai merasakan batuk dan demam.

Maka efek buruk mie instan itu memang nyata ada.

Maka, nasehat mensyukuri nikmat sehat dengan cara menghindari mengkonsusmsi makanan yang sudah sama-sama dipahami akan berefek buruk, wajib kita patuhi.

Zaidul Akbar: Makan Mie Instan Sekali-kali Aja

Sisi gelap mie instan juga pernah diulas di bangkapos.com, dengan judul artikel; Ilmuwan Berhasil Mengungkap Sisi Gelap Mie Instan.

Di dalamnya disampaikan bahwasanya mie instan memilki kandungan nutrisi yang rendah, tinggi lemak, kalori dan sodium, serta dicampur dengan pewarna buatan, pengawet, zat aditif dan perasa.

Dikutip juga pendapat Dr Sunil Sharma, beliau seorang pakar dan dokter umum, serta Kepala Darurat Madan Mohan Malviya Hospital, New Delhi.

Kurang Lebih Dr Sunil Sharma berargumen;

“Meskipun asupan makanan dari unsur-unsur ini diperbolehkan dalam batas tertentu, asupa teratur (sering) dari mie instan dapat menyebabkan masalah kesehehatan yang parah.

Menyimak itu semua, sambil sedikit bercanda, dr Zaidul Akbar menyampaikan;

“Makan mie instan sekali-kali aja ya.” Yang beliau maksud adalah sekali saja dalam setahun, itu pun jika terpaksa.

Makan Mie Instan Setiap Hari Tapi Mengapa Orang Jepang, Korea, China, Tetap Sehat?

Dr Zaidul Akbar mendapatkan pertanyaan yang bagus dari salah satu jamaah;

“Orang Jepang, Korea, China, setiap hari tidak lepas dari makanan tepung, terutama mie instan.

Dengan kata lain, makan mie instannya tidak tanggung-tanggung, tapi mereka masih memiliki kualitas kesehatan yang baik. Kenapa?

Kira-kira begitu pertanyaan yang dilayangkan salah satu peserta kajian.

Dr Zaidul pun mencoba menjawab;

“Apakah kualitas tepungnya berbeda ? Wallahu a’lam bish shawab.”

Beliau juga menambahkan, bahwasanya orang Jepang, Korea, dan China memiliki budaya jalan kaki yang tinggi, sehingga makanan-makanan yang berpotensi menjadi sampah dalam tubuh langsung terbakar.

Beliau mengambil contoh salah satu pemandangan di MRT. Di sana tampak sekali orang berdiri mengantri untuk mendapatkan fasilitas transportasi umum dari pemerintah.

Ini yang membedakan dengan orang Indonesia, yang kemana-mana selalu memilih menggunakan kendaraan pribadi yang lebih praktis tanpa gonta-ganti kendaraan saat bepergian.

“Cara jalan mereka pun seperti lagi dikejar anjing”, kelakar dr Zaidul. Sehingga jarang didapati orang gemuk di Negara-negara tersebut.

Jepang Klaim Cimptakan Mie Instan Sehat

Kemudian kebiasaan stok makanan di warung juga lain dari Indonesia.

Maksudnya, chef mereka akan langsung memasak jika ada pesanan, jadi masakan yang dihidangkan itu selalu fress, dan bukan hasil bolak-balik diangetin.

Jadi, anda yang belum sanggup setiap hari berpisah dengan mie instan, saya sarankan ikuti dulu kebiasaan orang Jepang, Korea dan China!

Baik cara jalan maupun cara memasaknya!

Oke, sobat?

Leave a Comment