Awas! Satu Sendok Makanan Saja Bisa Menentukan Kualitas Gen Anak

Assalammualaikum Sobat Positif. Ingat! Awas satu sendok saja dari makanan yang kita makan kelak akan bisa ikut ikut menentukan kualitas gen anak kita yang akan terlahir kelak.

Kok bisa?

Sang Penggagas Jurus Sehat Rasululloh (JSR), dr Zaidul Akbar pernah membahas perihal ini secara kusus dalam forum kajiannya.

So, bagi ikhwan dan akhwat yang hedak menikah, cek terlebih dahulu kualitas makanan yang menjadi santap kebiasaan sang calon mempelai ya! Hehehe!

Makan Makanan yang Baik Selain Menentukan Kualitas Gen Anak, Niatkanlah Sebagai Sedekah

Satu nasehat dari Sang Penggas JSR yang cukup menyentuh hati, yakni agar kita memberikan yang terbaik bagi tubuh sebagai sedekah dan sebagai rasa syukur atas karunia sehat yang Allah berikan.

“Niatkanlah semua itu sebagai ikhtiar dalam menjaga kesehatan diri sehingga dengan sehat kita mampu menunaikan ibadah lebih lama.”

Hal ini sangat beliau tekankan, karena semua yang masuk ke perut tidaklah selesai hanya sampai pada diri sendiri. Melainkan satu sendok saja yang kita makan akan ikut mempengaruhi gen anak kita yang kelak lahir kelak.

Jadi berbicara apa yang kita makan, sesungguhnya sedang membicarakan kualitas generasi mendatang.

Makanan yang baik adalah sedekah bagi tubuh

Secara Nutrigenomik Makanan yang Kita Makan Akan Mentukan Kualitas Gen Anak

Secara gamblang dr Zaidul menjelaskan di depan jamaah kajian;

“Makanan yang kita makan sekarang, akan mempengaruhi gen generasi mendatang, atau istilahnya disebut nutrigenomik.” kata beliau.

Nutrigenomik dicatat oleh Wikipedia sebagai suatu studi ilmiah yang mempelajari mengenai dinamika, regulasi dan cara dari suatu gen tertentu berinteraksi dengan suatu senyawa atau bioaktif pada suatu makanan tertentu.

Berdasar hasil studi tersebut dr Zaidul berkesimpulan;

“Satu sendok saja dari apa yang anda makan, akan mempengaruhi gen diri anak yang lahir dari rahim anda atau istri anda kelak.”

Secara nutrigenomik makanan akan berpengaruh pada gen

Tentunya setelah menyadari hal tersebut, tugas kita dalam hal makanan adalah memilih secara selektif menggunakan standar ‘halal dan tayyib’.

InsyaAllah, dengan menerapkan standar kualitas halal dan tayyib, apa yang kita makan membawa berkah berupa sehat walafiat sampai ke generasi keturunan mendatang. Aamiin.

Makanan Berupa Kerupuk Juga Ikut Menentukan Gen Anak!

Kerupuk menjadi salah satu makanan yang sering dibawakan dr Zaidul Akbar sebagai sampel dalam tema kajiannya;

“Maaf, jika yang kita makan hari ini kerupuk baik mentah maupun dimasak, maka gennya adalah gen kerupuk”, demikian canda dr Zaidul.

Penjelasan ilmiah dari beliau adalah karena kemampuan imunitas tubuh dibentuk di dalam perut.

Sementara, jika yang dikonsumsi adalah sesuatu yang kosong, ‘maaf ‘ contohnya kerupuk, maka tidak cukup modal bagi tubuh dalam membangun benteng pertahanan atau imunitas dirinya.” Jelasnya!

Kerupuk termasuk makanan miskin enzim

Masih dalam kesempatan yang sama beliau juga sedikit mengupas kandungan yang terdapat dalam kerupuk;

“Kerupuk itu tinggi kalori, tapi miskin nutrisi. Dalam satu bungkus kerupuk bisa terdapat 300 kalori tetapi nol nutrisi. Tidak ada enzimnya dan juga tidak terdapat  vitamin di dalamnya.”

Sembari setengah bercanda dengan para peserta kajiaannya, beliau juga menyarankan agar tidak makan, gado-gado atau pecel bertemankan kerupuk.

Karna dominasi sayuran dalam gado-gado atau pecel akan berkurang nilainya, jika keberadaan kerupuk yang ikut masuk ke perut.

Jangan Sampai Mewariskan Gen yang Cacat pada Anak Kita

Bahasan tentang kesehatan dewasa ini memang tiada habisnya. Banyak sekali yang perlu untuk ditelaah bersama. Sebelumnya, ada beberapa jenis penyakit yang umumnya hanya terjadi pada orang dewasa, tidak selaras lagi pada hari ini. 

“Ada dua orang anak, yang satu berusia 7 tahun, dan satunya lagi 9 tahun usianya. Yang mana kondisinya menyedihkan sekali; satu mengidap kanker dan yang satunya  terkena autoimun.”

Demikian dikisahkan oleh dr Zaidul saat mengawali sebuah kajian.

Autoimun adalah suatu kondisi dimana sistem imun tidak lagi mengenali mana kawan mana lawan, artinya sistem imunitas adakala menyerang tubuh sendiri.

Kanker dan autoimun tentunya tidak lazim diderita oleh dua bocah dalam rentang usia sebagaimana dikisahkan dr Zaidul tadi. Tetapi memang begitulah adanya.

Didasarkan pada studi epigenetik (ilmu yang mempelajari perubahan aktivitas gen yang bukan disebabkan oleh perubahan pada sekuens DNA) dan nutrigenomik (ilmu yang mempelajari respon gen terhadap makanan yang dimakan), dr Zaidul menyimpulkan bahwasanya biang derita kedua anak tadi adalah apa yang diwariskan oleh ibu dan bapaknya.

Bahkan oleh apa saja yang dikonsumsi ketika keduanya belum menikah.

2013. Niederlande. Hungersnot. 400kcal/Tag. Herzkrankheit. Brustkrebs. Übergewicht. Herzkrankheit. Brustkrebs. Übergewicht. Umwelteinfluss auf Mutter 1944 beeinflusst Gesundheit 2 Generationen später.

Beliau pun berpesan;

“ Wahai ikhwan dan Akhwat, utamanya yang belum menikah, mulai sekarang jangan asal makan!”

Sambil mata berkaca-kaca beliau melanjutkan;

“sungguh, berat sekali kita akan berbicara generasi emas masa depan, jika menu apa pun yang antum  konsumsi sekarang masih banyak masalahnya.”

Leave a Comment