Sosok Ustadz Zaidul Akbar Sang Penggagas JSR

Assalammualaikum Sobat Positif. Jalan dakwah sosok Ustadz Zaidul Akbar Sang Penggagas Jurus Sehat Rasululloh (JSR) tentu tidaklah mulus. Ini dia profil dan perjalanan dakwah beliau.

Istilah ‘JSR’ hari ini sudah sangat viral. Lelaki gempal yang nekat ‘resign’ dari praktek dokter itu lah ternyata Sang Penggagasnya.

Ya, publik mengenal beliau sebagai Ustadz Zaidul Akbar

Sosok lelaki berbadan gempal ini tentu sudah berseliweran di sosial media. Saya juga yakin, banyak diantara kalian yang sudah mengenalnya.

Foto Profil dr Zaidul Akbar

Beberapa kalangan yang lebih memilih menempuh jalan pengobatan metode thibbun nabawi atau sistem pengobatan yang merujuk pada tindakan dan ucapan Rasululloh SAW, pastinya istilah JSR sudah tidak asing lagi.

Nama besar dr Zaidul Akbar sebagai Ketua Asosiasi Bekam Indonesia juga pasti sudah sangat dikenal.

Ustadz Zaidul Akbar Merupakan Lelaki Kelahiran Jambi Lulusan Semarang

Ustdaz Zaidul Akbar merupakan putra kelahiran Jambi sekitar 42 tahun yang lalu, lebih tepatnya pada 30 november 1977. Beliau anak ke 5 dari 7 bersaudara.

Seiring usia beranjak dewasa, beliau memutuskan merantau ke Semarang.

Univeritas Diponegoro (Undip) mejadi tempatnya menimbal ilmu. Dari Fakultas Kedokteran Undip yang ditempuhnya tahun 1997- 2003 ini lah beliau mendapatkan gelar dokter umumnya.

Foto Zaidul Akbar Saat Mahasiswa FK Undip Semarang

Ustadz Zaidul Akbar Pernah Mengikuti Ujian Hafiz

Tidak hanya gelar dokter, sebutan ‘Ustadz’ juga sangat melekat padanya. Wajar saja karna pemahaman keislamannya juga sangat mumpuni.

Beliau juga telah merampungkan hafalan Alqurannya. Mungkin kalian sempat menyimak video detik-detik keharuan sesaat sebelum beliau menyetorkan hafalan terakhirnya.

Betapa menyentuh hati ketika dr Zaidul Akbar menelepon emaknya.

Sebagai baktinya, beliau menyampaikan pada Sang Ibunda bahwa perjuangan kerasnya menghafal qur’an salah satu tujuannya adalah demi memberikan mahkota kemuliaan kepada ibundanya kelak di surga.

“Mama, mudah-mudahan ini (hafalan) menjadi saksi bahwa anak Mama, dengan apa yang Mama ajarkan dulu, waktu kecil ngaji dulu, semua huruf yang saya baca kebaikannya mengalir sampai ke Bapak-Mama semua”,

Momentum ini pun terekam dengan baik oleh para asatidz nya dan nampak sekali beliau mengucapkannya dari ujung handphone sambil terisak tangis dan berlinang air mata.

dr Zaidul Akbar menelepon ‘Sang Ibunda’ sebelum lulus menjadi hafiz

Dengan motto hidup; “Hidup Mulia Dalam Dakwah” kini Ustadz Zaidul Akbar mengabdikan hidup dan ilmunya dalam dakwah bidang kesehatan.

Awal Mula Ustadz Zaidul Akbar Memikirkan Konsep JSR

Konsep JSR sebenarnya berawal dari kegelisahan beliau sebagai seorang dokter praktek. Disaat menangani sakit sang pasien acap kali merasa seperti sedang menabur garam di lautan.

Bagaimana tidak, hal itu sangat beliau rasakan. Jenis penyakit beliau amati semakin beragam meskipun obat-obatan juga tiada kalah banyaknya.

Ternyata obat-obatan yang produksi setiap hari belum jua bisa mengimbangi permasalahan kesehatan, dan pasien terus berdatangan.

Apalagi Ustadz Zaidul Akbar juga mengamati akan semakin banyaknya penyakit yang resisten terhadap obat antibiotik.

https://www.youtube.com/watch?v=CqRCa5mWb4s
dr Zaidul Akbar: Konsep Dasar Memulai JSR

Sebagai kaum terdidik Ustadz Zaidul Akbar pun mulai berpikir;

‘Mengapa hal ini menjadi problem berkelanjutan?’

Akhirnya pun beliau mulai memberanikan diri untuk membangun sebuah argumen;

“Manusia sering sakit karena mengkonsumsi makanan hasil produksi dari pabrik yang tidak memperhatikan kesehatan.

Setelah jatuh sakit dirawat oleh industri kesehatan yang tidak memerhatikan makanan.”

Inilah salah satu yang menjadi kesimpulan dari kegelisahan beliau selama ini.

Ustadz Zaidul Akbar Menyakini Konsep JSR

Sebagai seorang hafiz, Ustadz Zaidul Akbar tentunya memiliki bekal ilmu keagamaan yang cukup.

Pemahaman beliau;

“Jika Islam memiliki konsep bagaimana mengatur sebuah negara, membangun perekonomian dan sebagainya,

maka beliau pun berkesimpulan bahwasanya Islam pastilah telah memiliki konsep tentang bagaimana mengelola pengobatan dan menangani kesehatan.”

Akhirnya, berbekal ilmu kedokteran yang beliau dapatkan di kampus, dr Zaidul memperdalam ilmu bekam, herbal, dan thibbun nabawi.

Salah satu kalimat yang sering beliau ulang-ulang dalam ceramahnya;

“Semua syariat mulai dari bangun hingga tidur lagi berdampak menyehatkan. Untuk muslim, bisa mencontoh Nabi Muhammad SAW sebagai role model pola hidup sehat.”

Beliau juga menegaskan bahwasa sehat adalah buah dari ketaatan seseorang menerapkan syariat dalam agamanya.

Sehingga bagi yang rajin menerapkan semua contoh dan aturan dari Rasululloh, insyaAllah pasti sehat!” Ujarnya.

Hijrah Dari Berpraktek Dokter Demi Dakwah JSR

Sebelum berhenti berpraktek sebagai dokter umum, Ustadz Zaidul Akbar memang merasakan adanya sisi yang kurang efektif, utamanya dalam hal manajemen waktu.

Untuk menangani satu pasien, rata-rata beliau menghabiskan setengah jam. Padahal beliau adalah sosok yang ingin lebih banyak berbuat dan memberikan manfaat bagi umat.

Inilah salah satu alasan dari keputusaan berhenti praktek dan memilih menularkan ilmunya dari masjid ke masjid, atau dari satu kajian ke tempat kajian berikutnya.

Beliau berpikir bahwasanya umat lebih butuh diberikan pencerahan sebagai bagian dari tindakan preventif terhadap gangguan kesehatannya.

Jadi tidak sekadar mengobati saja tanpa diberi pemahaman bagaimana mencegah sakitnya.

dr Zaidul Akbar praktek dimana?

Ustadz Zaidul Akbar & JSR Mulai Dikenal di Sosmed

Akhirnya, melalui kajian dan tulisan-tulisanya, beliau berharap umat mendapatkan dasar pengetahuan yang cukup sebagai bekal hidup sehat.

Dengan sendirinya, umat akan mendapatkan tata cara pengobatan secara gratis karena resepnya bisa dilaksanakan secara mandiri, dan obatnya bisa didapatkan secara mudah serta murah.

Ya, karna semua obat yang dr Zaidul rekomendasikan memang sudah Alloh sediakan ada di alam sekitar kita.

Profil dr Zaidul Akbar saat mulai dikenal di sosmed

Menurut Ustadz Zaidul Akbar Badan Kita Mirip Kendaraan

Tak jarang Ustadz Zaidul Akbar menganalogikan tubuh kita yang Allah ciptakan itu seperti mobil;

“Regulasi saat ini mewajibkan semua pabrik kendaraan untuk sekaligus memproduksi spare part-nya, serta membuka bengkel resmi di setiap kota.

Begitu juga dengan Alloh SWT yang menciptakan tubuh kita, Ia sekaligus mencipta spare part-nya. Spare part tubuh kita yang sakit sudah Alloh sediakan penggantinya di alam.”

Kira-kira begitu yang beliau sampaikan. Oleh karena itu beliau selalu mengampanyekan untuk kembali ke alam.

“Maka resep obat yang pas adalah menemukan bagian tubuh yang perlu diganti dengan zat-zat yang sudah Allah sediakan dalam kandungan buah, tumbuhan, sayuran ataupun protein hewani”, tuturnya.

Buku Jurus Sehat Rasululloh

Buku JSR karya dr Zaidul Akbar

Untuk melengkapi perjalanan dakwahnya, beliau tuliskan tips-tips kesehatan ala Nabi tersebut dalam buku Jurus Sehat Rasululloh atau yang sering disingkat JSR.

Kalian jangan Tanya buku itu laku atau tidak? Karena sudah cetak berulangkali dan para penerbit berlomba untuk mempublikasikannya.

Jika kalian ingin mengoleksinya, mungkin harus pre-oder, salah satunya Rumah Syaamil Quran.

Dalam buku tersebut dituliskan secara lengkap, beberapa hal diantaranya;

  • Masalah Kesehatan Kita Saat Ini
  • Profil Generasi Terbaik Zaman Rasulullah
  • Jurus Menyehatkan Qalbu ala Rasulullah
  • Jurus Menyehatkan Tubuh ala Rasulullah
  • Mengonsumsi Makanan yang Halal dan Thayyib
  • Kunci Sehat untuk Membangun Gen Sehat
  • Pengobatan yang Dianjurkan oleh Rasulullah
  • Mewujudkan Generasi Baru Peradaban Emas Islam.

Jadi, mengingat pentingnya pengetahuan tentang JSR, saya sarankan kalian jangan ragu untuk mengambil manfaat dari buku ini.

Okey Sobat Positif, semoga profil singkat ini dapat memberi inspirasi dan menambah ketertarikan kalian untuk mendalami JSR.

Sampai jumpa kembali di artikel dr Zaidul Akbar berikutnya ya?

Leave a Comment