Nasehat Zaidul Akbar Bagi yang Suka Makan Berlebihan

Assalammulaikum Sobat Positif. Betapa sulit kita membayangkan generasi emas. jika milenial kita masih banyak makan. Inilah nasehat dr Zaidul Akbar bagi yang masih suka makan berlebihan.

Apakah kamu kira setiap yang masuk ke perut itu aman? Kalo menurutmu begitu maka periksa kesehatan syahwatmu!

Ya, dr Zaidul Akbar sudah pernah langsung peringatkan jamaah kajiannya termasuk para milenial yang masih suka makan berlebihan!

Ulasan kita sebelumnya telah mengupas apa saja yang menjadi biang sakit generasi jaman now.  Salah satunya adalah karna penyakit syahwat (banyak makan) yang mengotori qolbu.

Perjalanan kita kali ini juga belum jauh-jauh amat dari tema itu.

Kali ini kita akan mereview kajian dr Zaidul Akbar yang bahasan utamanya adalah bahaya dari makan berlebihan.

Banyak Makanan Favorit Para Milenial

Peringatan Nabi SAW Bagi yang Masih Makan Berlebihan

Hampir dalam setiap kesempatan kajiannya, dr Zaidul Akbar memperingatkan jamaahnya agar tidak makan berlebihan.

Peringatan Nabi SAW yang sering beliau bawakan;

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah Anak adam memakan beberapa asupan untuk mengakkan penunggungnya…” (HR. Tirmidzi).

Beberapa realita yang ada, kata dr Zaidul, bisa dilihat apa yang terjadi di masyarakat.

“Kalau anda bertemu orang yang memiliki sakit jantung atau kolesterol, untuk menyimpulkan sebabnya anda tidak perlu ilmu tinggi-tinggi.

Lihat saja kebiasaan makannya sehari-hari. Apakah beliau-beliau itu termasuk yang sering puasa atau sulit mengendalikan maknnya?” tanya beliau secara retoris.

Pesan Nabi; Jangan banyak makan!

Makan berlebihan tiada lain adalah bagian dari penyakit syahwat. Yang mana jika hal itu tak bisa dikendalikan maka qolbunya akan menjadi budak nafsu (syahwat banyak makan).

“Jiwanya akan jadi budak dan tidak baik bagi fisik”, tutur beliau.

Porsi Makan Berlebihan yang Benar

Manusia telah di-install oleh Allah SWT untuk memiliki hawa nafsu, yang salah satunya adalah syahwat makan berlebihan.

Buktinya, jika kita diberikan pilihan;

“Pilih makan atau tidak makan? Maka pilihannya pasti makan.”

Oleh karnanya, Nabi kemudian mengajarkan porsi makan yang pas bagi tubuh;  

“Namun jika ia harus melebihkannya (makannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas.”(Hr. Tirmidzi).

Jika mengatur porsi makan pun belum sanggup, kata dr Zaidul Akbar, maka Allah siapkan pagarnya, yaitu Allah mewajibkan syariat puasa ramadhon.

Alloh tahu kelemahan manusia akah hal itu, maka muncul lah syariat Ramadhan.

Peringatan agar jangan makan berlebihan

Perut Adalah Lumbung Penyakit

Perut adalah lumbung penyakit, kalimat ini pasti sering kita dengar dan memang selaras dengan pesan Nabi;

“Tiada wadah (lumbung) yang lebih buruk dari pada perut.”

Perut adalah lumbung penyakit

Maka bayangkan jika perut kita semakin membengkak, tapi isinya kurang berkualitas. Bersiap-siaplah, karna potensi  penyakit yang akan muncul pasti beragam.

Lalu sebenarnya apa yang membuat perut seseorang disebut sebagai lumbung penyakit?  

Hati-hati, Makan Berlebihan Berpotensi Banyak Penyakit

Mengapa perut menjadi tempat berkembangnya penyakit. Ini penjelasan gamblang dr Zaidul Akbar;

Pertama; “tubuh memiliki sistem pembuangan atau pengeluaran yang sempurna, namun banyaknya asupan ‘sampah’ sampai-sampai system pencernaan tubuh kita tak sanggup lagi mengurainya.

Ketika tak sanggup lagi diurai, maka sampah ini akan menimbulkan berbagai penyakit.”

Adapun yang dimaksud asupan sampah adalah semua yang dikonsumsi oleh tubuh namun sudah tidak ada lagi gizinya, apalagi banyak mengandung bahan kimia.

Kedua: “manusia banyak kelebihan energi. Tanda kita kelebihan energi bisa di cek dengan melihat pinggang masing-masing. Jika pinggang kita berlipat tandanya kita kelebihan energi.

Anehnya, manusia sudah tahu kelebihan energi, masih saja banyak makan. Makan melulu!”

Perut berlipat pertanda ada penimbunan lemak

Maksud beliau, pinggang berlipat adalah penanda adanya penimbunan lemak di tubuh. Dan jika tertimbun semakin lama, akan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Maka, berhati-hatilah bagi anda yang perutnya sudah berlipat, tetapi setiap hari masih makan berlebihan.

Inilah Bahayanya Bagi Kaum Milenial

Anda adalah apa yang anda makan, kata sebuah pepatah.

Nasib kesehatan kita pun ditentukan sepenuhnya oleh apa yang dimakan. Sehingga berhati-hatilah dengan yang akan kita kunyah dan dimasukkan ke lambung.

Menurut dr Zaidul Akbar, betapa sulitnya kita berbicara generasi emas masa depan kaum muslimin saat ini. Lihatlah apa yang dimakan oleh kaum milenialnya.

Bagi orang yang paham itu sungguh membahayakan generasi mendatang. Selain kualitas makanannya, pola banyak makan anak muda sekarang juga relative tak terkendali.

Mereka bisa medapatkan makanan cepat saji, cemilan dan sebagainya hanya dari ujung jari melalui jasa gojek. Maka, pesan beliau;

“Belajarlah menahan lapar, karena generasi muda sahabat adalah pribadi yang sering puasa, dalam keadaan puasa pun mereka bisa memenagkan Perang Badar”, ucap beliau.

Salah satu tipe makanan kaum milenial yang perlu dikaji ulang

Jika kita perhatikan lebih mendalam, tipe-tipe makanan yang digemari kaum milenial saat ini memang masih perlu dikaji ulang.

Sementara fasilitas teknologi saat ini sangat memudahkan mereka untuk memenuhi syahwat banyak makan itu semua.

Semoga kita semua bisa belajar menjadi pribadi yang sanggup menahan lapar sebagaimana generasi terbaik jaman Nabi. Aamiin

Okey Sob, semoga bahasan kali ini bisa menjadi peringatan bagi sesama. Utamanya buat kamu yang suka gagal mengendalikan syahwat makan berlebihannya!

Leave a Comment