Murid Merdeka Belajar, Guru Merdeka Finansial!

Merdeka Belajar-Selama ini kita masih sering berteriak. Mengelu-elukan tingkatkan kesejahteraan. Padahal hidup itu memang perlu perjuangan yang tidak cukup hanya dengan meminta sesuatu di luar dari kendali diri kita.

Syukur kalau bisa, kalau tidak maka kelola inisiatif pilihannya. Mencari ladang usaha tambahan yang pasif namun menambah income. Yang menjadikan kita mandiri. Sehingga urusan pengajaran tidak tercampuradukkan dengan tuntutan kehidupan.

Guru Merdeka Belajar Pandai Gali Potensi Diri

Mereka yang terlalu dalam dan terlena adalah mereka yang tidak mau memanfaatkan potensi diri. Kesempatan yang ia miliki teralihkan dengan memilih untuk berada dalam kenyamanan yang stagnan.

Padahal dalam pengajaran, guru sering menyuarakan kepada anak-anak di kelas untuk meningkatkan mental juang. Namun kita yang menjadi guru justru terkadang kurang mengindahkan makna mental juang.

Jangan-jangan mental kita memang perlu dipupuk ulang dengan belajar membaca keadaan. Kita berdaya kita merdeka. Kita yang tetap bersuha. Bagaimana kita dapat memaksimalkan kemampuan untuk mendapat profit orientid diluar dari pengajaran

Pengajaran adalah bagian dari ladang pencerdasan genersi. Agar tidak terganggu pengajaran, guru harus merdeka finansial. Mereka dituntut untuk mengolah mental untuk mencari kegiatan pasif namun memunculkan income, bukan yang aktif yang memunculkan income.

Artinya aktif kita ada di sekolahan. Mengajarkan ilmu pengetahuan yang bermafaat kepada anak-anak. Di tengah sisa waktu kita mencari peluang untuk memerdekakan finansial. Yang tidak aktif namun menghasilkan. Misalkan: menulis buku, berdagang secara online, beternak, berkebun, dan sebagainya.

Karena itulah kita kuasai mental untuk menjadi wirausaha yang merdeka. Kalau kita dalam lembaga namun kita hanya bergantung pada upah tentu kita jauh dari kemerdekaan finansial.

Baca Juga:  Jujur Artinya Secara Umum & Menurut Bahasa

Yang lantas menjadikan kita akhirnya berhitung-hitung. Kerja kita jadi terlunta-lunta akibat perhitungan dan seperti transaksi dagang. Saya memberi apa dan saya harus dapat apa.

Materi kewirausahaan seharusnya menjadi kurikulum tambahan yang diberikan penyelenggara pendidikan untuk menjadikan guru-guru mandiri finansial.

Semisal memberikan pelatihan kelas wirausaha, yang mengarahkan mereka membuat sebuah organisasi, yang berbentuk koperasi.

Menyejahterakan anggota dan bersama-sama terikat dan ikut terlibat memikirkan kemajuan organiasi baik dalam program atau dalam pemodalan.

Agar muncul harapan roda keuangan organisasi agar menghasilkan profit. Sehingga di sekolah guru-guru dapat mengajar dengan lebih baik dengan adanya satu menejeman yang menopang profit oriented diluar dari gaji yang mereka terima.

Guru Merdeka Berwirausaha

Wirausaha menjadikan kompor menyala di rumah-rumah para pendidik moral manusia. Sehingga guru-guru tidak lagi menghitung-hitung kinerja berdasar loyalitas lembaga menopang kebermandirian finansial yang disistemkan.

Sekali lagi wirausaha bagi guru-guru perlu diberikan. Entah dalam bentuk matrikulasi, pemberian meteri, syukur-syukur kelembangaan yang berbentuk koperasi.

Ambil potongan gaji yang digunakan untuk modal usaha bersama. Tentu tidak menjadi masalah. Dengan prosentasi proporsional. Sudah saatnya kita buka lembar baru, guru yang merdeka finansial yang mengarahkan guru profesional.

Guru berwirausaha yang sistemnya pasif orientid. Yang tidak banyak menyita waktu namun menghasilkan, sehingga guru-guru dapat mengembangkan sayap untuk berkreatifitas, mengajar secara tenang, dan mendidik secara utuh.

Mungkin terlihat berjenjang antara mengajar dan berwirausaha. Namun substansi tujuan adalah sama. Memperbaiki kemerdekaan finansial guru yang mengarah pada loyalitas kerja yang lebih baik lagi kedepannya.

Hadirnya guru-guru yang tidak lagi memperhitungkan untung dan rugi dalam mencerdaskan anak-anak generasi pemimpin negeri.

Saya kira itu!

Avatar

Dedik Prihatmoko

Guru Muda Merdeka| Mahasiswa Pascasarjana UIN Suka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *