Jujur Artinya Secara Umum & Menurut Bahasa

Jujur Artinya Secara Umum & Bahasa – Hallo Sobat Kejujuran! Kejujuran adalah pangkal dari semua karakter baik. Jika kita hendak mengartikan arti kata jujur, maka banyak sudut pandang yang bisa kita gunakan.

Pada artikel kali ini kita akan membahas artinya jujur secara umum dan bahasa. Simak sampai selesai ya gaes!

Jujur Artinya Secara Umum

Arti kata jujur secara umum bisa kita pisahkan pengertiannya dalam hal perkataan dan perbuatan:

Berikut Adalah Arti Kata Jujur dalam Perkataan:

Tidak berbohong tentang perkataan atau perbuatan orang lain. Membicarakan sesuatu hal yang tidak benar tentang orang lain pasti akan menyakiti hatinya.

Berkata jujur berarti mengakui kesalahan yang dilakukan dengan sengaja ataupun tidak. Anak yang jujur adalah anak yang tidak takut menerima akibat dari perbuatan yang dilakukannya.

Berkata jujur adalah menceritakan kejadian yang sebenarnya. Terkadang, anak tidak menceritakan hal yang sebenarnya karena takut dimarahi. Anak hendaknya didorong untuk berani berkata jujur, meskipun ini akan mengakibatkan hal yang tidak disukainya

Berkata jujur harus dibarengi oleh tindakan yang benar. Kadang, anak mengucapkan dengan spontan hal-hal seperti “Kulit Bapakkok sangat hitam?” Atau ”Baju kamu jelek sekali hari ini” “Rumah Bude nggak bagus, temboknya rusak”, bisa dikategorikan se-bagai mengatakan hal yang sebenarnya, tetapi apakah tindakan itu benar?Anak-anak hendaknya diajarkan untuk berkata hal yang sebenarnya dalam konteks yang benar.

Adapun arti kata jujur dalam perbuatan diantaranya:

Berbuat yang benar.

Tidak melanggar peraturan dan tidak berbuat curang

Tidak mengambil barang yang bukan miliknya.

Tidak melakukan perbuatan yang salah untuk mencapai suatu tujuan

Baca Juga:  Murid Merdeka Belajar, Guru Merdeka Finansial!

Pengertian Jujur & Kejujuran Secara Bahasa & Akademik

Pengertian “jujur” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti lurus hati, tidak curang. Kejujuran (honesty) menurut Zubaedi (2011:79) adalah kemampuan menyampaikan kebenaran, mengakui kesalahan, dapat dipercaya dan bertindak secara hormat.

Fadillah (2012:190) mengatakan bahwa jujur merupakan perilaku yang patuh dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Menurut Robert T. Kiyosaki jujur diibaratkan seperti aset.

Aset merupakan apa yang dapat kita masukkan ke dalam kantong dan bisa dijual. Seperti itulah sikap jujur, jujur merupakan sikap yang diberikan kepada kita oleh orang lain dengan rasa percaya mereka untuk dapat menjaga dan mempertahankannya didalam diri kita.

Sedangkan kejujuran menurut Magnis (2011:34) ialah sikap berani yang menunjukkan siapa dia, serta mengatakan apa yang dimaksudnya dengan benar. Kejujuran adalah keterkaitan hati pada kebenaran.

Sikap jujur juga merupakan sikap yang ditandai dengan melakukan perbuatan yang benar, mengucapkan perkataan dengan apa adanya tanpa menambah-nambahkan atau mengurangi apa yang ingin disampaikan dan mengakui setiap perbuatan yang dilakukan baik positif maupun negatif.

Secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi.

Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi (posting oleh Duadua, 2009).

Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya, tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu.

Jujur adalah energi yang positif yang menyatakan sesuatu dengan langsung, spontan, lugas, apa adanya akan menghemat waktu dan energi, terjadilah efisiensi. Itulah yang dikatakan oleh Sawitri Supardi Sadarjoen, seorang psikolog.

Baca Juga:  Murid Merdeka Belajar, Guru Merdeka Finansial!

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, Jujur adalah sikap atau sifat seseorang yang menyatakan sesuatu dengan sesungguhnya dan apa adanya, tidak ditambahi ataupun tidak dikurangi. Jujur dalam arti sempit adalah sesuainya ucapan lisan dengan kenyataan.

Dan dalam pengertian yang lebih umum adalah sesuainya lahir dan batin. Karena itulah, orang munafik disebutkan sebagai kebalikan orang yang jujur.

Kejujuran menjadi penting karena dengan mengakui apa yang kita pikirkan, rasakan, dan lakukan sebagaimana adanya, seseorang dapat terhindar dari rasa bersalah yang timbul akibat kebohongan yang ia lakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *